Dari Angka Jadi Aksi: Mahasiswa KKN Undip Bangun Dashboard Posyandu di Klidang Lor

Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) terus menghadirkan solusi inovatif di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pembuatan dashboard posyandu digital di Desa Klidang Lor, Batang. Program ini digagas oleh Elsa Ika Rahmani, mahasiswa Statistika FSM Undip, dengan tujuan menciptakan media edukatif untuk memantau tumbuh kembang balita tingkat desa.

Selanjutnya, implementasi inovasi ini dilakukan secara kolaboratif bersama kader posyandu dan bidan desa pada Kamis (13/8). Hasilnya, sistem ini kelak dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan serta evaluasi kesehatan.

Mahasiswa KKN Undip sosialisasikan dashboard posyandu di Klidang Lor Batang.Mahasiswa KKN Undip, Elsa Ika, saat menjalankan program sosial kemasyarakatan bersama Posyandu Kenanga di Desa Klidang Lor, Batang, Kamis (13/8).

Visualisasi Data Tumbuh Kembang Balita Secara Real-Time

Sejatinya, pencatatan resmi tumbuh kembang balita di Indonesia telah difasilitasi melalui aplikasi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Oleh karena itu, dashboard posyandu ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem Kemenkes tersebut. Sebaliknya, inovasi ini hadir sebagai media edukasi dan visualisasi tambahan yang mempermudah pemantauan lokal.

Data penting seperti Berat Badan (BB), Tinggi/Panjang Badan (TB/PB), Lingkar Lengan Atas (LILA), dan Lingkar Kepala (LIKA) dari periode Januari 2025 hingga Juli 2026 dikonsolidasikan lewat Google Sheets. Kemudian, data tersebut divisualisasikan secara real-time di Looker Studio. Dashboard ini bahkan dilengkapi dengan grafik tren kehadiran dan panel Individual Tracker.

Fitur Otomatisasi untuk Ringankan Beban Kader Posyandu

Program KKN ini menjadi contoh konkret penerapan ilmu statistika secara langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya merancang basis data, tetapi juga mengimplementasikan conditional filtering otomatis. Fitur ini berfungsi menyaring balita yang terindikasi mengalami penurunan berat badan ke dalam daftar pantauan khusus (Attention List).

Akibatnya, fitur tersebut sukses memangkas beban rekapitulasi manual kader yang rawan terjadi salah catat. Selain itu, bidan desa juga lebih mudah memantau kondisi balita antar posyandu secara cepat dan transparan melalui metrik benchmark.

Visualisasi Looker Studio untuk dashboard posyandu balita Desa Klidang Lor.Tampilan visualisasi dashboard perkembangan balita di Posyandu Desa Klidang Lor, Batang.

Apresiasi Bidan Desa terhadap Sistem ID Balita Unik

Selain visualisasi data, pembuatan Sistem Kode Unik (ID Balita) yang terstruktur juga mendapat apresiasi langsung. Contohnya, format ID seperti MWR-001 atau KNG-002 dapat dihasilkan secara otomatis oleh sistem untuk setiap balita yang terdaftar.

“Rekomendasi ID ini bagus sekali, Dik. Selama ini kami sering salah tulis nama. Jadinya yang seharusnya balita A, malah ditulis nama balita B. Kayak nama Kezia, tapi yang ditulis Kesya,” ujar Titis, Bidan Desa Klidang Lor.

Lebih lanjut, ia menceritakan kendala administratif yang kerap terjadi. “Pas saya input ke sistem Kemenkes, kok tidak ketemu. Ternyata salah tulis nama. Dengan ID seperti ini, catatan setiap anak jadi lebih jelas, tidak tertukar, dan masing-masing balita punya identitas yang berbeda.”

Transfer Pengetahuan untuk Keberlanjutan Program

Pada tahap akhir program, demonstrasi sistem dan transfer pengetahuan dilakukan secara langsung kepada bidan maupun kader posyandu. Harapannya, sistem dashboard posyandu ini dapat langsung diaplikasikan dengan mulus dalam alur kerja rutin mereka.

Kesimpulannya, program KKN Undip ini bukan sekadar inovasi teknis di atas kertas. Namun, ini adalah solusi aplikatif yang manfaatnya benar-benar langsung dirasakan oleh masyarakat desa.

 


Penulis: Elsa Ika Rahmani